Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Kirab 1.000 Tenong di Sirukun, Tradisi Syukur Hasil Bumi yang Perkuat Kebersamaan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Kirab 1.000 Tenong di Sirukun, Tradisi Syukur Hasil Bumi yang Perkuat Kebersamaan
Banjarnegara

Kirab 1.000 Tenong di Sirukun, Tradisi Syukur Hasil Bumi yang Perkuat Kebersamaan

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 5 Mei 2026 17:18
By Adel Maulina Zulfa
3 Min Read
Share
Kirab 1.000 tenong Sirukun
Kirab 1.000 tenong merupakan satu tradisi warga Sirkun dalam ungkapkan rasa syukur dan memupuk kebersamaan. (dok. Kominfo)
SHARE

TRADISI budaya kembali semarak di Desa Sirukun. Warga menggelar ruwat bumi dan Kirab 1.000 Tenong pada Selasa (5/5/2026), kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur.

Contents
  • Kirab 1.000 Tenong Wujud Syukur dan Gotong Royong Warga
  • Disparbud Dorong Jadi Desa Wisata Berbasis Budaya
  • Dimeriahkan Beragam Kegiatan Tradisional

Sebanyak seribu tenong berisi nasi, lauk-pauk, serta aneka olahan hasil bumi diarak keliling desa. Warga tampil mengenakan busana adat Jawa, menghadirkan suasana kental nuansa tradisi yang menarik perhatian.

Prosesi kirab 1.000 tenong juga dimeriahkan dengan dua gunungan berisi sayur dan buah, serta pusaka leluhur desa yang turut diikutsertakan dalam arak-arakan.

Kirab berakhir di lapangan desa dan dilanjutkan dengan doa bersama serta makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat.

Kirab 1.000 Tenong Wujud Syukur dan Gotong Royong Warga

Kepala Desa Sirukun, Karpi, menjelaskan bahwa tradisi kirab 1.000 tenong ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas hasil bumi yang melimpah.

“Ini bentuk rasa syukur masyarakat karena bumi telah memberikan hasil yang melimpah. Sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, kirab 1.000 tenong juga mencerminkan nilai gotong royong karena melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.

“Harapannya, warga Sirukun selalu rukun, damai, dan kompak dalam memajukan desa,” tambahnya.

Disparbud Dorong Jadi Desa Wisata Berbasis Budaya

Apresiasi datang dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. Kepala Bidang Kebudayaan, Kuat Herry Isnanto, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata pelestarian kearifan lokal.

“Ini kegiatan luar biasa. Tradisi ini tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kehidupan yang guyub rukun,” katanya.

Ia mendorong pemerintah desa untuk mengembangkan potensi tersebut menjadi desa wisata berbasis budaya. Menurutnya, Sirukun telah memenuhi unsur Sapta Pesona, terutama pada aspek daya tarik budaya dan partisipasi masyarakat.

“Desa wisata bukan hanya soal objek, tetapi juga kesadaran masyarakat. Budaya seperti ini bisa menjadi daya tarik utama,” ujarnya.

Dimeriahkan Beragam Kegiatan Tradisional

Selain kirab tenong, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti:

  • Rebutan gunungan hasil bumi
  • Pertunjukan seni tradisional
  • Parade drumband
  • Shalawatan
  • Pagelaran wayang kulit

Rangkaian kegiatan ini semakin memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.

Tradisi Kirab 1.000 Tenong tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga mempertegas identitas budaya desa serta membuka peluang pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Desa Sirukun.

*Ikuti media sosial kami.

Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Polres dan Kemenag Banjarnegara Perkuat Keamanan Cegah Perundungan dan Judi Online
60 Mustahik Banjarnegara Dilatih Usaha, Wabup: Harus Naik Kelas Jadi Muzaki
Pemkab Banjarnegara Verifikasi 21 Gedung KDKMP, Pastikan Siap Digunakan
SD IT Permata Hati Borong Dua Gelar Juara Kejurda Basket Pelajar Banjarnegara 2026
TAGGED:kirab 1.000 tenongruwat bumitenongtradisi dan budaya
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Sejumlah peserta saat mengikuti Latsar CPNS Rutan Banjarnegara Pembentukan Karakter ASN BerAKHLAK Jadi Fokus Latsar CPNS Rutan Banjarnegara
Next Article bupati tekankan pelayanan publik dalam rakor bersama OPD Dongkrak Kinerja dan Pelayanan Publik, Bupati Tekankan “Super Team” OPD

Berita Terbaru

Reses
Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Cilacap Jateng
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.