MOMENTUM Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui agenda tarawih keliling (tarling). Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ibadah bersama, melainkan simbol kepemimpinan yang hadir dan “sowan” kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan.
Kegiatan tarling digelar di Masjid Jami Al-Munawaroh, Dusun Binangun, Desa Jenggawur, Kecamatan Banjarmangu, Selasa (24/2/2026). Suasana berlangsung hangat dengan kehadiran jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, dan warga setempat.
Tarling Jadi Ruang Silaturahmi dan Penguat Sinergi Pembangunan
Dalam sambutannya, Wakhid menyampaikan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Pemerintah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan, doa, dan partisipasi warga.
“Tarawih keliling ini adalah bentuk sowan pimpinan daerah kepada masyarakat. Kami memohon dukungan, doa, dan kebersamaan agar pembangunan di Banjarnegara berjalan optimal,” ujarnya.
Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama. Karena itu, Ramadan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mempererat ukhuwah Islamiah sekaligus membangun kolaborasi dari tingkat kabupaten hingga desa.
Interaksi dengan warga juga terasa cair. Wakhid yang akrab disapa Gus Wakhid membagikan doorprize kepada jamaah yang mampu menjawab pertanyaan seputar pembangunan dan keagamaan. Antusiasme warga pun terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Pesan Konservasi Lingkungan hingga Rekor MURI Dawet Ayu
Selain memperkuat silaturahmi, Wakhid turut mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam. Menurutnya, konservasi lingkungan menjadi tanggung jawab bersama agar Banjarnegara tetap hijau dan nyaman untuk generasi mendatang.
Pada kesempatan itu, ia juga mempromosikan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara. Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah rencana pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan minum Dawet Ayu sebanyak 45.500 gelas secara serentak.
“Dawet Ayu adalah identitas Banjarnegara. Jika kita gaungkan secara nasional, dampaknya akan besar bagi promosi wisata dan pergerakan ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain pemecahan rekor, pemerintah daerah juga menyiapkan kegiatan sosial seperti khitanan massal yang diharapkan memberi manfaat langsung bagi warga.
Penyerahan Bantuan dan Tausiyah Ramadan
Dalam rangkaian tarling tersebut, bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara diserahkan kepada Ketua Takmir Masjid Jami Al-Munawaroh, Edi Raharjo.
Acara kemudian ditutup dengan tausiyah oleh Kyai Nasrudin yang mengajak jamaah menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta memanfaatkan Ramadan sebagai momen memperbanyak amal kebajikan.
Melalui tarling ini, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Ramadan bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga momentum membangun kedekatan, kolaborasi, dan optimisme menuju Banjarnegara yang lebih maju dan sejahtera.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.
