MASIFNYA pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di berbagai daerah Indonesia memberi berkah tersendiri bagi perajin las pintu folding, seorang pengusaha las asal Banjarnegara ikut ambil bagian dalam proyek nasional tersebut.
Ia adalah Saidin, pemilik Udin Meriah Group asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, yang dipercaya mengerjakan hingga 10 ribu pintu folding untuk gedung KDMP di berbagai wilayah Indonesia.
Kepercayaan itu datang setelah seorang pemborong mendatangi langsung bengkel miliknya dan melihat kapasitas produksi yang dimiliki.
“Awalnya pemborong datang ke tempat saya, lalu tertarik dan akhirnya bekerja sama,” ujar Saidin.
Sudah Produksi 6.500 Pintu Folding, Target Rampung Agustus
Saidin mengungkapkan, sejak sebelum Lebaran hingga saat ini pihaknya telah menyelesaikan sekitar 6.500 pintu folding. Sementara total target produksi mencapai 10 ribu unit yang dijadwalkan selesai pada Agustus mendatang.
Bahkan, ia mengaku masih mendapat tambahan pesanan. Namun sebagian permintaan terpaksa ditolak karena keterbatasan material.
“Targetnya 10 ribu pintu sampai Agustus. Sebenarnya masih ada tambahan order lagi, tapi sebagian saya tolak karena khawatir kesulitan bahan baku,” katanya.
Ribuan pintu folding produksi bengkel miliknya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Selain untuk proyek nasional KDMP, Saidin juga mengerjakan beberapa proyek pintu folding di wilayah Banjarnegara.
Libatkan 150 Pekerja, Warga Sekitar Ikut Merasakan Dampak Ekonomi
Untuk memenuhi tingginya permintaan, Saidin melibatkan sekitar 150 pekerja dalam proses produksi. Mayoritas tenaga kerja berasal dari lingkungan sekitar bengkel usahanya di Mandiraja.
Dalam sehari, bengkel las miliknya mampu memproduksi sekitar 80 hingga 100 pintu folding.
“Kalau ada pengiriman besar ke luar kota, banyak warga sekitar ikut membantu packing dan bongkar muat,” ujarnya.
Keberadaan proyek besar tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar karena membuka lapangan pekerjaan tambahan.
Kenaikan Harga Material Jadi Tantangan Produksi
Meski mendapat pesanan dalam jumlah besar, Saidin mengaku menghadapi tantangan dalam penyediaan bahan baku. Selain pasokan material yang kadang sulit didapat, harga bahan juga terus mengalami kenaikan.
Menurutnya, material produksi diperoleh dari sejumlah pabrik dan supplier di Jakarta yang selama ini telah bekerja sama dengan pihaknya.
“Untuk kualitas, kami menggunakan bahan seperti galvalum dan material campuran sesuai kebutuhan produksi,” kata Saidin.
*Ikuti media sosial kami.
