Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Proyek Jembatan Pucung Beduk–Petir Tertinggal 13,5 Persen, Kontrak Tinggal 11 Hari
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Proyek Jembatan Pucung Beduk–Petir Tertinggal 13,5 Persen, Kontrak Tinggal 11 Hari
Banjarnegara

Proyek Jembatan Pucung Beduk–Petir Tertinggal 13,5 Persen, Kontrak Tinggal 11 Hari

Afifah Anis CH
Last updated: 12 Oktober 2026 16:41
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Proyek jembatan Pucung Bedug tinggak 13,5 persen
Proyek pembangunan jembatan Pucung Bedug tinggak 13,5 persen. (dok. Komisi III DPRD)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Pembangunan Jembatan Pucung Beduk–Petir di Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berpacu dengan tenggat penyelesaian. Hingga Senin (12/10/2026), progres pekerjaan masih tertinggal sekitar 13,5 persen dari target, sementara kontrak proyek senilai Rp 2,5 miliar dijadwalkan berakhir pada 23 Oktober 2026.

Contents
  • DPUPR Banjarnegara Gelar SCM untuk Mengejar Ketertinggalan
  • Pengaspalan Jadi Tantangan Menjelang Akhir Kontrak
  • DPRD Dorong Jembatan Segera Bisa Digunakan Masyarakat

Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi III DPRD Banjarnegara yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan. Pelaksana proyek diminta mempercepat pekerjaan dan memaksimalkan sisa waktu agar penyelesaian tetap mengacu pada ketentuan kontrak.

Ketua Komisi III DPRD Banjarnegara, Ibrahim, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan masih ada sejumlah bagian pekerjaan yang harus segera dituntaskan. Menurutnya, jembatan tersebut dibutuhkan masyarakat untuk menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

“Setelah kita lihat kondisi pekerjaan di sini, memang masih ada hal-hal yang perlu dipercepat. Hari ini kita lihat masih ada keterlambatan sampai 13 persen, padahal waktu pekerjaan juga hampir selesai,” kata Ibrahim, Senin (12/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa penyelesaian proyek harus mengikuti jadwal yang telah disepakati. Jika terjadi keterlambatan, penyedia jasa dapat dikenai denda sesuai ketentuan kontrak.

“Apabila tidak sesuai dengan target atau waktu yang sudah ditentukan, ya ada denda,” ujarnya.

DPUPR Banjarnegara Gelar SCM untuk Mengejar Ketertinggalan

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara, Hermawan Tutut Indarjo, membenarkan adanya keterlambatan progres pembangunan sekitar 13,5 persen dari target.

Sebagai langkah penanganan, DPUPR telah menggelar Show Cause Meeting (SCM) pada pekan sebelumnya. Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan dan langkah korektif untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah menambah jam kerja atau menerapkan lembur, terutama untuk menyelesaikan pekerjaan pasangan sayap jembatan.

“Dari data kami memang terdapat keterlambatan kurang lebih 13,5 persen. Untuk percepatannya, kami sudah melakukan SCM guna membahas rekayasa percepatan,” ujar Hermawan.

Melalui langkah tersebut, pelaksana proyek diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pekerjaan dengan mengoptimalkan tenaga kerja dan waktu yang tersisa.

Pengaspalan Jadi Tantangan Menjelang Akhir Kontrak

Selain menyelesaikan pekerjaan konstruksi, pelaksana juga harus mempersiapkan tahapan pengaspalan. DPUPR Banjarnegara telah berkoordinasi dengan penyedia aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Menurut Hermawan, pengaspalan akan dilakukan setelah area pekerjaan dinyatakan siap. Tahapan ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan setelah area siap dikerjakan.

Kebutuhan waktu tersebut menjadi tantangan tersendiri karena masa kontrak proyek berakhir pada 23 Oktober 2026, atau tinggal 11 hari sejak peninjauan dilakukan pada 12 Oktober 2026.

Dengan kondisi itu, percepatan konstruksi dan kesiapan pengaspalan perlu menjadi perhatian agar seluruh tahapan pekerjaan dapat dikelola secara efektif. Kepastian penyelesaian tetap bergantung pada perkembangan pekerjaan di lapangan dan pelaksanaan sesuai ketentuan kontrak.

DPRD Dorong Jembatan Segera Bisa Digunakan Masyarakat

Komisi III DPRD Banjarnegara berharap pembangunan Jembatan Pucung Beduk–Petir dapat segera diselesaikan agar manfaatnya dirasakan warga Desa Pucung Beduk dan Desa Petir.

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mendukung konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pengawasan DPRD dan langkah percepatan yang dilakukan DPUPR menjadi bagian dari upaya mendorong penyelesaian proyek. Namun, dengan ketertinggalan progres dan tenggat kontrak yang semakin dekat, pelaksana pembangunan masih menghadapi pekerjaan yang perlu dituntaskan dalam waktu terbatas.

Masyarakat kini menantikan perkembangan pembangunan tersebut. Penyelesaian sesuai jadwal diharapkan dapat memastikan jembatan segera dimanfaatkan, sementara kepatuhan terhadap mutu pekerjaan dan ketentuan kontrak tetap menjadi hal yang harus diperhatikan.

Tak Sekadar Bersih, Desa Panggisari Arahkan Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Usaha
Parade Budaya Banjarnegara Jadi Magnet Wisata, Dongkrak Ekonomi Warga
Gebyar Undian BKK Jateng 2026: Namiati Menang Mobil, Nurcholis Dapat Umrah
UBP Mrica Pastikan Listrik Tetap Andal, PLN Indonesia Power Lakukan Inspeksi Siaga Idul Fitri
Bursa Sekda Banjarnegara Menghangat, 4 Nama Resmi Lolos Seleksi Awal
TAGGED:jembatan pucung bedugjempatanproyek jembatan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Wagub Jateng saat melepas atlet disabilitas untuk mengikuti ajang Pesonas 2026 Pernah Juara Umum PeSONas, Ahmad Luthfi Bidik Emas Bersama Atlet Disabilitas Jateng
Next Article Gubernur Jateng lantik wakil bupati Klaten Gubernur Lantik Mahanni Jadi Wakil Bupati Klaten, Kemiskinan 11 Persen Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.