KABARBANYUMASRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mendorong pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berani berinovasi dan tidak hanya menjalankan usaha koperasi secara konvensional.
Setiap KDMP diminta mampu membaca potensi ekonomi di wilayahnya masing-masing. Potensi desa dinilai dapat menjadi kekuatan utama untuk mengembangkan usaha koperasi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan komunikasi sosial (komsos) dan silaturahmi bersama para manager KDMP di Aula Makhlani Kodim 0704/Banjarnegara, Rabu (7/10/2026).
KDMP Diminta Sesuaikan Usaha dengan Potensi Desa
Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarnegara Hendro Cahyono mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi para manager KDMP sebelum menjalankan tugas di koperasi masing-masing.
Pembekalan diberikan setelah surat keputusan (SK) pengelola koperasi diterbitkan.
Menurut Hendro, setiap desa memiliki karakter dan potensi ekonomi yang berbeda. Karena itu, model usaha KDMP tidak seharusnya dibuat seragam.
Pengelola koperasi harus mampu melihat peluang yang sudah tumbuh di desa dan membangun kolaborasi dengan berbagai pelaku ekonomi.
“Setiap desa dan koperasi memiliki potensi masing-masing. Potensi itu harus dikembangkan dengan berkolaborasi dengan BUMDes, UMKM maupun pelaku usaha lainnya,” kata Hendro.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuat KDMP tidak berjalan sendiri. Koperasi bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang sudah terbentuk.
Digitalisasi Jadi Kunci Pengembangan Usaha KDMP
Selain menggali potensi lokal, Pemkab Banjarnegara juga meminta pengelola KDMP memanfaatkan perkembangan teknologi.
Digitalisasi dinilai dapat membantu koperasi memperluas jangkauan transaksi sekaligus membuka pasar baru bagi berbagai produk yang dihasilkan masyarakat desa.
“Mereka juga harus terus berinovasi, termasuk memanfaatkan teknologi digital untuk transaksi maupun pemasaran secara online,” ujar Hendro.
Menurut dia, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha koperasi.
Pemkab Banjarnegara, lanjut Hendro, juga akan terus memberikan pendampingan kepada KDMP agar koperasi dapat segera menjalankan kegiatan usaha.
Dengan begitu, pembangunan KDMP tidak berhenti pada penyediaan bangunan dan pembentukan kelembagaan. Keberadaannya harus benar-benar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
184 Desa Sudah Memiliki Bangunan KDMP
Sementara itu, Komandan Kodim 0704/Banjarnegara Letkol Inf. Nodelisman Hulu menyampaikan perkembangan pembangunan KDMP di wilayah Banjarnegara.
Dari desa dan kelurahan yang menjadi sasaran pembangunan, sebanyak 184 desa telah memiliki bangunan KDMP.
Sementara itu, 94 desa lainnya masih dalam proses, terutama karena masih menghadapi persoalan kesiapan dan pencarian lahan.
“Yang saat ini sudah terbangun 184 desa, kemudian yang masih dalam proses pencarian lahan ada 94 desa,” jelas Nodelisman.
Data tersebut menunjukkan pembangunan sarana KDMP terus berjalan. Namun, keberadaan bangunan perlu segera diikuti dengan kesiapan pengelola dan model bisnis yang tepat.
Koperasi diharapkan tidak hanya memiliki fasilitas, tetapi juga mampu menjalankan usaha secara produktif dan berkelanjutan.
KDMP Purwareja Siapkan Operasional Perdana
Salah satu manager KDMP Desa Purwareja, Bagus, mengatakan pihaknya kini tengah mempersiapkan koperasi agar segera dapat melayani masyarakat.
Sejumlah perangkat pendukung koperasi telah tersedia. Namun, masih ada beberapa kebutuhan yang harus diselesaikan, terutama stok barang dan tenaga kerja.
“Untuk persiapan, perangkat sudah ada. Tinggal kami mencukupi barang dan pegawai untuk bisa melanjutkan ke tahap pembukaan,” kata Bagus.
Selain kebutuhan operasional, pengelola KDMP Purwareja juga masih melakukan koordinasi mengenai keanggotaan koperasi bersama pengurus.
Untuk tahap awal, KDMP Desa Purwareja akan fokus menyediakan kebutuhan pokok masyarakat atau sembako.
Usaha KDMP Akan Dikembangkan Sesuai Kebutuhan Warga
Bagus mengatakan pengembangan usaha KDMP ke depan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Purwareja.
Artinya, usaha koperasi tidak berhenti pada penjualan sembako. Peluang usaha lain akan dikembangkan dengan melihat kebutuhan warga sekaligus potensi ekonomi yang tersedia di desa.
“Yang sudah pasti untuk awal ini sembako. Untuk inovasinya, kami akan melihat kondisi dan kebutuhan warga, termasuk mengembangkan usaha yang nantinya bisa membantu masyarakat,” ujarnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan dorongan Pemkab Banjarnegara agar setiap KDMP mampu mengembangkan model usaha sesuai karakter wilayah.
Jika dikelola secara inovatif dan didukung kolaborasi dengan BUMDes, UMKM serta pelaku usaha lokal, KDMP berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di tingkat desa.
Bukan hanya menyediakan kebutuhan masyarakat, koperasi juga diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperluas pemasaran produk lokal, dan menciptakan aktivitas ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi warga.
