Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Kemarau 5 Bulan, Warga Kebutuhjurang Banjarnegara Gelar Salat Istisqa
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Kemarau 5 Bulan, Warga Kebutuhjurang Banjarnegara Gelar Salat Istisqa
Banjarnegara

Kemarau 5 Bulan, Warga Kebutuhjurang Banjarnegara Gelar Salat Istisqa

Afifah Anis CH
Last updated: 5 Oktober 2026 11:52
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Warga Desa Kebutuhjurang melakukan do bersama usai melaksanakan salat istisqa
Warga Desa Kebutuhjurang melakukan do bersama usai melaksanakan salat istisqa. (KBR)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM –  Kemarau panjang membuat warga Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, terus berikhtiar menghadapi terbatasnya ketersediaan air. Salah satunya dengan menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan.

Contents
  • Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Warga Hadapi Kemarau
  • 60 Desa di Banjarnegara Mengalami Kekeringan
  • Warga Kebutuhjurang Alami Kekeringan Selama Lima Bulan
  • Warga Diminta Hemat Air dan Jaga Sumber Mata Air

Salat istisqa digelar di Lapangan Tembak Letda Mahlani, Desa Kebutuhjurang, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali bersama masyarakat setempat.

Wakhid Jumali hadir sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan salat istisqa tersebut.

Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Warga Hadapi Kemarau

Wakhid mengatakan, salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi momentum untuk berdoa. Salat istisqa juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi dan meningkatkan ketakwaan.

“Salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar kita bersama. Selain berdoa memohon hujan, ini juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Wakhid.

Ia berharap hujan segera turun dengan membawa keberkahan bagi masyarakat Banjarnegara.

“Semoga hujan segera turun, hujan dengan penuh berkah untuk masyarakat Banjarnegara,” katanya.

60 Desa di Banjarnegara Mengalami Kekeringan

Wakhid menyebut dampak kemarau saat ini dirasakan di sejumlah wilayah Banjarnegara. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat 60 desa yang tersebar di 15 kecamatan mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut membuat persoalan ketersediaan air tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air warga selama kemarau.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga sumber air yang ada. Gunakan air secara bijak dan bersama-sama menjaga lingkungan agar ketersediaan air tetap terjaga,” ujarnya.

Warga Kebutuhjurang Alami Kekeringan Selama Lima Bulan

Salah seorang warga Kebutuhjurang, Noto Waluyo, mengatakan wilayahnya telah mengalami kekeringan selama sekitar lima bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah dan relawan.

Menurut Noto, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara rutin menyalurkan air bersih kepada masyarakat.

“Kalau bantuan dropping dari pemerintah dua kali dalam seminggu, tetapi juga ada dropping dari relawan yang dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Noto.

Ia menjelaskan, sebenarnya masih terdapat sumber mata air di tengah kawasan hutan. Namun, debit airnya sangat kecil sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan warga.

Akibatnya, masyarakat harus mengandalkan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga Diminta Hemat Air dan Jaga Sumber Mata Air

Wakhid mengajak masyarakat untuk menjaga sumber air yang masih tersedia. Penggunaan air juga perlu dilakukan secara bijak selama curah hujan belum kembali normal.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mengantisipasi kemungkinan kemarau berlangsung lebih panjang.

Pelaksanaan salat istisqa di Kebutuhjurang berlangsung khidmat. Warga mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan harapan hujan segera turun dan kekeringan yang melanda wilayah mereka dapat segera berakhir.

Selain menjadi ikhtiar keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan sumber daya air.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak untuk menghadapi dampak kekeringan.

Upaya tersebut diperlukan agar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kebutuhan air bersih, tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau.

Haul Akbar HOS Tjokroaminoto di Banjarnegara, SI Diingatkan Tak Terjebak Glorifikasi Sejarah
Perkuat Edukasi Narkotika, Pemkab Banjarnegara dan BNNK Purbalingga
PLN Indonesia Power UBP Mrica Salurkan Air Bersih untuk Warga Kaliajir Hadapi Kekeringan
Momen Haru Saat Warga Binaan Bertemu dan Buka Puasa Bersama Keluarga
Pemkab Banjarnegara Minta KDMP Berani Berinovasi, Potensi Desa Jadi Kunci Penggerak Ekonomi
TAGGED:air bersih BanjarnegaraKebutuhjurang kekeringankekeringan Banjarnegarakemarau BanjarnegaraPagedongan Banjarnegarasalat istisqasalat istisqa Banjarnegarawakhid jumali
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter, Ini Daftar Perairan yang Perlu Diwaspadai Gelombang Laut hingga 4 Meter Mengancam, BMKG Minta Nelayan Waspada
Next Article KONI Banjarnegara mematangkan keberangkatan kontingen Porprov Jateng 2026 dengan target menembus 7 besar dan memburu sebanyak mungkin medali emas. Misi Banjarnegara di Porprov Jateng 2026: Matangkan Keberangkatan Kontingen, Bidik 7 Besar

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.