Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Borobudur Playon 2026, Ahmad Luthfi Kampanyekan Sport Tourism dan Cinta Rupiah
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Borobudur Playon 2026, Ahmad Luthfi Kampanyekan Sport Tourism dan Cinta Rupiah
Jateng

Borobudur Playon 2026, Ahmad Luthfi Kampanyekan Sport Tourism dan Cinta Rupiah

kaisar
Last updated: 5 Juli 2026 15:04
By kaisar
5 Min Read
Share
Gubernur Jateng bersama dengan putranya dalam Borobudur Playon 2026
Gubernur Jateng bersama dengan putranya saat memasuki garis finish dalam Borobudur Playon 2026
SHARE

GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali mencuri perhatian saat menyelesaikan lomba lari 5K sambil mendorong kursi roda putranya dalam Rupiah Borobudur Playon 2026.

Contents
  • Ahmad Luthfi: Event Lari Jadi Media Edukasi dan Penggerak Ekonomi
  • Dorong Setiap Daerah Punya Event Lari Berbasis Potensi Lokal
  • Borobudur Playon Hadirkan Edukasi Rupiah, Inflasi, dan UMKM

Kegiatan yang diikuti sekitar 4.000 pelari dan menjadi ajang promosi sport tourism, UMKM, serta Gerakan Cinta Rupiah

Momen mengharukan sekaligus inspiratif kembali ditunjukkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam ajang Rupiah Borobudur Playon 2026. Pada lomba lari yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026), Ahmad Luthfi menuntaskan rute 5 kilometer sambil mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa atau yang akrab disapa Abang Alif, hingga melewati garis finis.

Aksi tersebut menyita perhatian ribuan peserta dan masyarakat yang hadir. Di balik kebersamaan ayah dan anak itu, Ahmad Luthfi juga membawa pesan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas menjaga kebugaran, tetapi dapat menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial, menggerakkan perekonomian daerah, sekaligus mempromosikan potensi wisata.

Sekitar 4.000 pelari dari berbagai daerah ambil bagian dalam Rupiah Borobudur Playon 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Event ini mempertandingkan kategori lari 5 kilometer dan 10 kilometer dengan latar kawasan wisata Candi Borobudur.

Ahmad Luthfi: Event Lari Jadi Media Edukasi dan Penggerak Ekonomi

Usai menyelesaikan lomba kategori 5K, Ahmad Luthfi mengatakan penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon menghadirkan pendekatan baru dalam mengampanyekan Gerakan Cinta Rupiah kepada masyarakat.

Menurutnya, olahraga lari menjadi media yang efektif untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan mata uang rupiah, memperluas transaksi digital melalui QRIS, sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

“Rupiah Borobudur Playon ini merupakan style baru yang diselenggarakan Bank Indonesia. Masyarakat dididik untuk cinta rupiah. Tenant-tenant juga sudah banyak yang menggunakan QRIS,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, tren lari yang terus berkembang harus dimanfaatkan sebagai bagian dari pengembangan sport tourism yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap penyelenggaraan event olahraga akan membuka peluang bagi pelaku UMKM, sektor jasa, hingga komunitas lokal untuk ikut berkembang.

“Lari tidak hanya menyehatkan jasmani, tetapi juga mendukung sport tourism. UMKM bisa hidup, usaha-usaha lain berkembang, dan komunitas juga ikut tumbuh,” ujarnya didampingi Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno.

Dorong Setiap Daerah Punya Event Lari Berbasis Potensi Lokal

Ahmad Luthfi juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah menciptakan event lari yang mengangkat potensi unggulan daerah masing-masing.

Menurutnya, konsep tersebut akan menjadi daya tarik wisata baru sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Kalau perlu ada lari mangga, lari panen durian, lari gerhana bulan atau matahari. Kita buat di kabupaten dan kota sesuai produk unggulannya,” katanya.

Ia turut mengapresiasi sinergi Bank Indonesia yang selama ini mendukung berbagai program pembangunan daerah, termasuk menjaga stabilitas inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Bank Indonesia juga berperan penting mendukung TPID dalam menjaga inflasi di Jawa Tengah,” ucapnya.

Borobudur Playon Hadirkan Edukasi Rupiah, Inflasi, dan UMKM

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho, menjelaskan bahwa Rupiah Borobudur Playon 2026 merupakan penyelenggaraan yang keempat.

Selain menghadirkan kompetisi olahraga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai Cinta Bangga Rupiah, perlindungan konsumen, penggunaan QRIS, serta kampanye Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).

“Kami juga mengenalkan pangan alternatif seperti sorgum, mocaf, hingga olahan bawang sebagai bagian dari literasi pengendalian inflasi,” ujarnya.

Event ini juga menghadirkan 53 stan UMKM yang didominasi pelaku usaha kuliner, wastra, serta berbagai instansi seperti OJK, BNN, Kimia Farma, dan lembaga wakaf.

Mengusung tema “Lari untuk Berbagi”, seluruh dana pendaftaran peserta akan disalurkan kepada masyarakat.

“Ada sekitar Rp600 juta yang akan kami serahkan kepada 10 desa di sekitar kawasan Borobudur,” kata Noor.

Salah seorang peserta asal Magelang, Rizal, mengaku telah tiga kali mengikuti Rupiah Borobudur Playon. Pada penyelenggaraan tahun ini, ia bersama rekannya mengenakan aksesori berbentuk uang koin berukuran besar sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda mengenai sejarah mata uang Indonesia sekaligus kampanye pelestarian lingkungan.

“Biar Gen Z tahu kalau Indonesia pernah punya uang koin seperti ini. Harapannya ke depan event ini semakin ramai,” ujarnya.

Melalui Rupiah Borobudur Playon 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia berharap olahraga dapat menjadi jembatan untuk membangun masyarakat yang lebih sehat, memperkuat literasi keuangan, menggerakkan UMKM, sekaligus menjadikan kawasan Borobudur sebagai destinasi unggulan sport tourism di Indonesia.

*Ikuti media sosial kami.

Beasiswa Santri Jateng 2026: Kuliah Gratis hingga Luar Negeri, Ini Fasilitas Lengkapnya
ASN Ayah di Jateng Dapat Flexi Time Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Meluas 10 Hektare, Tim Gabungan Dikerahkan
Jadi Lumbung Pangan, Komitmen Jaga Lahan Sawah Dilindungi di Tengah Tekanan Investasi
Pemprov Jateng Buka Posko Pengawasan THR 2026, Perusahaan Diingatkan Tak Boleh Telat Bayar
TAGGED:borobudur playon 2026gubernur jatengsport tourism
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kejuaraan Tinju Nasional 2026 sabuk emas Gubernur Jateng Buka Kejuaraan Tinju Nasional di Solo 2026, Gubernur: Bangkitkan Kejayaan Tinju Jateng
Next Article Penutupan Jateng Fair 2026 Jateng Fair 2026 Raup Transaksi Rp5 Miliar, Antusiasme Pengunjung Melonjak

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.