Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Tingkatkan Daya Saing Usaha, Pelaku UMKM Dapat Pelatihan Keuangan Berbasis Teknologi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Tingkatkan Daya Saing Usaha, Pelaku UMKM Dapat Pelatihan Keuangan Berbasis Teknologi
Banjarnegara

Tingkatkan Daya Saing Usaha, Pelaku UMKM Dapat Pelatihan Keuangan Berbasis Teknologi

Afifah Anis CH
Last updated: 24 Juni 2026 11:22
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Pelaku UMKM di Banjarnegara dapat pelatihan keuangan digital
Para pelaku UMKM di Banjarnegara saat mendapatkan pelatihan keuangan digital untuk siap naik kelas. (dok. kominfo)
SHARE

UPAYA untuk terus meningkatkan dan memperkuat para pelaku UMKM, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memberikan pelatihan keuangan berbasis digital. Pelatihan ini dilakukan agar pelaku usaha kecil di Banjarnegara mampu bersaing di era ekonomi digital.

Contents
  • Prioritaskan Pelaku Usaha dari Keluarga Rentan
  • Pencatatan Keuangan Digital Bantu Pengambilan Keputusan Bisnis
  • Pelaku UMKM Sambut Positif Pelatihan Digitalisasi Keuangan

Pelatihan yang digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara ini diikuti oleh puluhan pelaku UMKM dan wirausaha pemula dengan tujuan meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan usaha secara tertib, transparan, dan berbasis teknologi digital.

Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro, mengatakan bahwa pengelolaan keuangan yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mempermudah pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, hingga penyusunan laporan keuangan.

“Pelatihan keuangan bagi pelaku UMKM ini kami selenggarakan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu menerapkan tata kelola keuangan berbasis digital, meningkatkan akuntabilitas usaha, serta membangun bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.

Prioritaskan Pelaku Usaha dari Keluarga Rentan

Adi menjelaskan, program pelatihan digitalisasi keuangan tersebut diprioritaskan bagi pelaku usaha yang berasal dari keluarga rentan dan terdata dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) maupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada kelompok desil 1 hingga 5.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Selain meningkatkan keterampilan peserta, Disperindagkop UKM juga berharap ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada pelaku usaha lainnya di lingkungan masing-masing.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini jumlahnya terbatas. Karena itu kami berharap ilmu yang didapat dapat disebarluaskan kepada sesama pelaku usaha. Tidak perlu takut bersaing, karena setiap orang memiliki rezekinya masing-masing. Yang terpenting adalah terus berusaha dan berkembang,” kata Adi.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan usaha tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan ketekunan, konsistensi, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan bisnis yang terus berkembang.

“Tidak ada sukses tanpa proses. Keberhasilan akan datang kepada mereka yang mampu bertahan dan melewati setiap tahapan dengan baik,” tambahnya.

Pencatatan Keuangan Digital Bantu Pengambilan Keputusan Bisnis

Dalam pelatihan tersebut, narasumber Amaliya Ayu Latifah dari Cilacap memaparkan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan keuangan usaha.

Menurutnya, masih banyak UMKM yang memiliki produk berkualitas dan pasar yang potensial, namun belum didukung sistem pencatatan keuangan yang memadai. Kondisi tersebut sering kali membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui kondisi keuangan secara akurat.

“Dengan pencatatan keuangan berbasis digital, pelaku usaha dapat memantau arus kas, mencatat transaksi dengan lebih akurat, dan memiliki data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan,” jelasnya.

Amaliya menambahkan, penggunaan aplikasi keuangan digital juga mampu meningkatkan efisiensi administrasi, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta mempermudah penyusunan laporan usaha.

Pelaku UMKM Sambut Positif Pelatihan Digitalisasi Keuangan

Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari para pelaku UMKM. Salah satunya Kaslam, pelaku usaha madu murni asal Kecamatan Madukara.

Ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru terkait pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan usaha yang selama ini masih dilakukan secara sederhana.

“Materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Saya jadi mengetahui cara memanfaatkan teknologi digital untuk membantu pengelolaan usaha. Ke depan akan saya terapkan agar usaha bisa berkembang lebih baik,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu bertransformasi ke sistem digital. Dengan pengelolaan usaha yang lebih profesional dan efisien, para pelaku UMKM lokal diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat dan mampu memanfaatkan peluang di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang semakin pesat.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

Perkuat Keamanan dan Penegakan Hukum, Rutan Banjarnegara Gandeng Kejaksaan
PLN Indonesia Power UBP Mrica Salurkan 210 Paket Santunan untuk Yatim dan Dhuafa di Banjarnegara
Kapasitas Rawat Inap dan Layanan Spesialis RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara Bertambah
Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Banjarnegara Bekali Pelaku Usaha Digital Marketing
Kisah Nuhwanto, Mustahik Baznas Banjarnegara yang Kini Punya Usaha Mebel
TAGGED:pelaku umkmpelatihan keuangan digitalumkm banjarnegaraumkm naik kelas
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article relawan lingkungan bersihkan sungai Aksi Bersih Sungai dan Pembuatan Biopori Jadi Upaya Nyata Relawan Lingkungan Menjaga Kelestarian DAS
Next Article Rapat koordinasi, bupati tetapkan status siaga darurat kekeringan Dampak Musim Kemarau, Banjarnegara Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan Selama 90 Hari

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.