Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Tak Sekadar Bersih, Desa Panggisari Arahkan Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Usaha
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Tak Sekadar Bersih, Desa Panggisari Arahkan Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Usaha
Banjarnegara

Tak Sekadar Bersih, Desa Panggisari Arahkan Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Usaha

Afifah Anis CH
Last updated: 4 Juni 2026 12:39
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Penandatanganan MoU terkait pengelolaan sampah
Penandatanganan nota kesepahaman terkait penanganan sampah antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama tujuh kepala daerah dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (13/4/2026). (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

PEMERINTAH Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, mulai mengarahkan pengelolaan sampah tidak hanya sebagai urusan kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber peluang usaha bagi warga. Upaya itu diwujudkan melalui Pelatihan Pengolahan Sampah yang digelar di Aula Desa Panggisari, Kamis (4/6/2026).

Contents
  • Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Jadi Langkah Awal
  • Dorong Usaha Berbasis Lingkungan

Kegiatan tersebut diikuti kader lingkungan, kelompok pemuda, perwakilan warga, dan perangkat desa. Selain membahas pengurangan sampah rumah tangga, peserta mendapatkan materi praktik tentang pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi, serta pengenalan konsep ekonomi sirkular.

Kepala Desa Panggisari, Budi Setiawan, mengatakan persoalan sampah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku dan kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi fondasi penting bagi sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh warga,” kata Budi saat membuka kegiatan.

Pemilahan dan Pengelolaan Sampah Jadi Langkah Awal

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Langkah ini dinilai menentukan keberhasilan pengolahan lanjutan, baik untuk produksi kompos maupun pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai jual.

Materi praktik diberikan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah peserta tampak terlibat langsung dalam proses pengolahan dan pemilahan sampah selama kegiatan berlangsung.

Menurut pemerintah desa, pengelolaan sampah yang baik dapat menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga dan komunitas.

Dorong Usaha Berbasis Lingkungan

Budi menilai sampah yang dikelola secara kreatif dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi. Karena itu, pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek kebersihan, tetapi juga keterampilan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan warga.

“Pengelolaan sampah bukan hanya soal menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini mampu mendorong masyarakat menciptakan produk bernilai ekonomi dari hasil pengolahan sampah,” ujarnya.

Pemerintah Desa Panggisari berharap program ini menjadi langkah awal membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Desa juga menargetkan terbentuknya sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang lebih kuat dan mandiri.

Jika berjalan konsisten, program tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan warga melalui usaha berbasis pengolahan sampah serta memperkuat citra desa yang produktif dan ramah lingkungan.

*Ikuti media sosial kami.

Pra Popda Sepak Bola Korda 2 Wanadadi Berlangsung Ketat, 16 Tim SMP Berebut Tiket Lolos
Sidang TPP Rutan Banjarnegara, 7 WBP Diusulkan Ikuti Program Integrasi
Angin Kencang Mengamuk di Grogol Banjarnegara, Atap Rumah Warga Beterbangan
Antisipasi Perbedaan 1 Syawal, PHBI Siapkan Dua Opsi Salat Idulfitri di Alun-Alun Banjarnegara
Perkuat SDM dan Keandalan Listrik, PLN Indonesia Power UBP Mrica Gelar Tes Kesehatan Pegawai
TAGGED:desa panggisaripengelolaan sampahsampah jadi rupiah
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Peluncuran DCF 2026 di Pendopo Usung Tema “Spirit of Harmony”, Jazz Atas Awan Kembali Hadir di DCF 2026
Next Article kopi senggani banjarnegara Konsistensi Kualitas dan Kolaborasi Lintas Generasi Jadi Kunci Kesuksesan Kopi Senggani

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.