PEMERINTAH Kabupaten Banjarnegara melalui dinas terkait memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayahnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat, layak, dan bebas dari penyakit menular.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Banjarnegara, Firman Sapta Adi, menjelaskan bahwa pengawasan difokuskan di pasar hewan. Setiap ternak yang masuk akan melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh oleh petugas.
“Kami memang tidak melakukan pemeriksaan langsung di jalan, tetapi semua hewan yang masuk pasar kami periksa. Bahkan, kami juga telah menyiapkan tempat karantina untuk hewan yang terindikasi kurang sehat,” ujarnya.
Antisipasi PMK, Vaksinasi Ternak Terus Digenjot
Selain pengawasan di pasar, petugas juga melakukan pemeriksaan secara keliling ke peternak di berbagai wilayah. Upaya ini menjadi bagian dari antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat merebak sebelumnya.
Dari target 17 ribu dosis vaksin PMK, lebih dari 50 persen ternak di Banjarnegara telah mendapatkan vaksinasi. Pemerintah daerah optimistis capaian ini dapat menekan risiko penyebaran penyakit menjelang Iduladha.
Jika ditemukan hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan, petugas berwenang menolak masuknya hewan tersebut ke pasar. Sementara untuk hewan yang masih dicurigai, akan dilakukan karantina guna pemeriksaan lebih lanjut.
Stok Hewan Kurban Melimpah, Banjarnegara Jadi Pemasok Daerah Lain
Dari sisi ketersediaan, Banjarnegara dipastikan memiliki stok hewan kurban yang lebih dari cukup. Berdasarkan data Maret 2026, populasi sapi mencapai sekitar 22 ribu ekor, dengan 11 ribu di antaranya siap untuk kurban.
Menariknya, banyak masyarakat Banjarnegara memilih sapi dari Jawa Timur karena harga yang lebih terjangkau, berkisar Rp22 juta hingga Rp25 juta per ekor. Sementara itu, sapi lokal Banjarnegara justru banyak dikirim ke luar daerah seperti Jawa Barat dan Jakarta karena kualitasnya yang unggul dengan harga di atas Rp30 juta.
Tak hanya sapi, ketersediaan kambing dan domba juga melimpah. Tercatat sekitar 22 ribu ekor kambing siap kurban dari total populasi lebih dari 200 ribu ekor. Sedangkan domba siap kurban mencapai 14 ribu ekor dari total populasi sekitar 60 ribu ekor.
Kebutuhan hewan kurban di Banjarnegara sendiri berada di kisaran 7 ribu ekor kambing dan domba. Sisa dari ketersediaan tersebut umumnya dipasarkan ke berbagai daerah lain yang membutuhkan.
*Ikuti media sosial kami.
