WAKIL Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani turun langsung ke Dusun Gunungmalang, Desa Kutabawa, langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan jaringan listrik setelah banjir bandang berjalan optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Dimas memastikan hampir seluruh wilayah terdampak kini kembali menikmati aliran listrik setelah sempat padam hampir sepekan.
“Alhamdulillah, hari ini tinggal satu titik kecil yang belum menyala. Insyaallah hari ini juga, listrik di wilayah terdampak banjir bandang bisa pulih 100 persen,” ujar Dimas di lokasi.
Dusun Gunungmalang Jadi Titik Pemulihan Terberat
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Purbalingga, Rinto Yuniarto, menjelaskan bahwa tantangan terbesar pemulihan listrik setelah adanya banjir bandang ini berada di Dusun Gunungmalang.
Menurutnya, banjir bandang menyebabkan tiga tiang listrik hanyut, satu trafo tertimbun material longsor, serta jaringan tegangan rendah yang terdampak di sekitar delapan titik tiang.
“Wilayah lain seperti Dusun Bambangan sudah menyala sejak Minggu. Gunungmalang memang paling berat, tapi sisi ujung jaringan sudah selesai dan sore ini kami targetkan seluruh dusun menyala,” katanya.
Genset Disiagakan untuk Kebutuhan Darurat Warga
Sebagai langkah antisipasi, PLN masih menyiagakan genset berkapasitas 5,5 kVA dan 10 kVA di wilayah Gunungmalang. Genset tersebut digunakan untuk mendukung operasional posko serta kebutuhan mendesak warga selama proses pemulihan berlangsung.
Langkah ini dilakukan guna memastikan layanan dasar tetap berjalan, terutama pada masa transisi sebelum jaringan listrik kembali stabil sepenuhnya.
Jembatan Darurat Disiapkan Setelah Banjir Bandang
Selain listrik, Pemkab Purbalingga juga menangani kerusakan infrastruktur lainnya. Kepala Dinas PUPR Purbalingga, Drajat Uji Wakhyono, menyebut terdapat dua jembatan kecil di Gunungmalang yang akan segera ditangani dengan pembangunan jembatan darurat berbahan glagah.
Sementara itu, Kepala Bapperida Purbalingga, Nugroho Priyo Pratomo, mengungkapkan bahwa total terdapat 121 rumah warga terdampak, dengan kategori rusak ringan, rusak berat, hingga roboh.
“Kami mengupayakan bantuan penanganan rumah warga melalui Kementerian Perumahan Rakyat serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penanganan pascabencana secara terpadu lintas sektor, hingga seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak benar-benar pulih dan aktivitas warga kembali normal.
*Ikuti media sosial kami.
